Tradisi “Ater” Berkat Bik Olle Pesse Di Madura

oleh

MADURA,rakyatjelata.com– Menjelang Lebaran sudah menjadi tradisi warga Madura untuk menyembelih ayam. Ayam yang sudah di olah menjadi masakan itu bukan untuk di makan bersama keluarganya,melainkan untuk di “Ater” (antar) ke tetangga sebelah agar dapat satu sama lain menikmati hidangannya. Sebelum masakan ini di “Ater” maka biasanya akan memanggil para sesepuh atau ustadz guna “Arebbe” dengan tujuan mendoakan para arwah yang telah mendahului para keluarga.

Teh Giman Mendo’akan Arebbe ( Foto By Kukuh )

Teh Giman selaku tetua Kampung Bunut Kecamatan Kedundung Sampang Madura, menuturkan ” ya arebbe ini guna untuk mendoakan para leluhur kampung dan keluarga yang mendahului, Karena menurut keyakinan orang yang sudah meninggal dunia akan pulang ke rumah masing masing guna melihat anak cucunya yang sekarang,”terangnya.

Kaum Ibu Pun Juga Tak Ketinggalan Ikut “Ter-ater” ( Foto By Kukuh )

Dalam hal “Terater” anak kecil sangat berperan, Mereka mengantarkan masakanya ke para tetangga. Dan kebanyakan dari keluarga yang sudah mendapatan “Ateran” akan mengasih imbalan berupa uang guna sebagai ucapan terima kasih. Cong inik(12) selaku tukang “Terater” sudah mendapatkan uang sebesar 30rb rupiah. “Nyaman kak mun aterran edinnak olle pesse meloloh, Kadeng eberrik pak ebuh kadeng nem ebbuh per roma mesteh aberrik kak”.(enak kalo mengantarkan di sini kadang di kasih uang empat ribu sampai enam ribu per rumah itu mesti ngasih saya uang ) ujarnya sembari tersenyum malu.(Kkh/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *