Rentetan Aksi Bom Bunuh Diri Mengganggu Warga Surabaya

oleh

SURABAYA, rakyatjelata.com. Surabaya dalam cekam, dua hari berturut turut, langit surabaya menjadi duka yang sangat panjang. (14/05/2017). Kerusuhan yang berhubungan dengan kekuasaan pemerintah secara dunia lebih banyak dipengaruhi oleh cara berfikir yang tidak realistis dan sangat jauh dari logika orang awam.

Peristiwa pengeboman yang terjadi di Surabaya menimbulkan banyak pertanyaan dari banyak kalangan, apakah kejadian aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, apakah memiliki korelasi dengan peristiwa yang terjadi di penjara Mako brimob di Jakarta ?. Dan berbagai asumsi tersebut bisa jadi ada korelasinya atau mungkin tidak ada korelasi, kita lihat perkembangannya.

Minggu pagi ( 13/05/2018) di Gereja Santa Maria tak bercela di Ngagel menjadi berubah tangis, menyusul Gereja di Jl Diponegoro, kemudian Gereja di Jl Arjuna, saudara saudara umat kristiani terbelenggu dengan cekam ketakutan. Ironisnya pelaku aksi teror Bom Bunuh diri ke tiga Gereja tersebut adalah satu Keluarga pelaku teroris Bom.

Suasana penggeledahan rumah pelaku Bom Bunuh Diri di Wonorejo Surabaya ( doc foto Kiki/red )

Densus 88 Polda Jawa Timur menemukan tempat tinggal keluarga diduga pelaku bom bunuh diri dengan inisial DO, di daerah wonorejo, pukul 17:00 wib,

Pasangan suami istri pelaku bom bunuh diri, keduanya tewas di tempat kejadian ( dok foto kiki/red )

kemudian pada pukul 20:15, terjadi ledakan bom di rusunawa wonocolo tepatnya di lantai V blok A. Anton yang diduga sebagai pelaku teror tewas di tempat kejadian. Polisi menemukan 16 bom aktif dan siap diledakkan.

Senin pagi ( 14/05/2018 ) gerbang mabes Polrestabes diserang oleh orang yang tak dikenal dengan menggunakan bom pada pukul 09:00 wib. lagi lagi aksi teror ini dilakukan oleh satu keluarga. yang berjumlah 4 Orang, diantaranya seorang anak dengan inisial A yang masih selamat dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Dengan situasi demikian mencekam, DPR RI tidak dengan segera melakukan pengesahan RUU Terorisme pada masa sidang bulan Mei 2018, maka Presiden Jokowi mengancam akan menerbitkan PERPPU sebagai pengganti UU Terorisme. ( atl/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *