Mengenal Punakawan Sebagai Kunci Dasar Pengabdian

oleh
.SURABAYA,rakyatjelata.com – Dalam Pewayangan Jawa ada perbedaan dengan cerita Pewayangan dari India.
Kita mengetahui di setiap cerita wayang Jawa pasti ada Punakawan, dimana para Punakawan ini dicerita sebagai pamomong / abdi atau pengasuh para Pandawa, dalam mitos Jawa punakawan ini juga sebagai pengasuh dan pamong semua para “Raja”.
Punakawan berasal dari kata pana yang artinya paham, dan kawan yang artinya teman.
Siapakah Punakawan ini ???
Punakawan merupakan tokoh pewayangan yang diciptakan oleh seorang pujangga Jawa. Menurut Slamet Muljana, seorang sejarawan, tokoh Punakawan pertama kali muncul dalam karya sastra Ghatotkacasraya karangan Empu Panuluh pada zaman Kerajaan Kediri.
Punakawan terdiri dari
Semar, Gareng ,Petruk dan Bagong.
Semar
Semar digambarkan sebagai tokoh yang sabar dan bijaksana. Kepala dan pandangan Semar menghadap ke atas, menggambarkan kehidupan manusia agar selalu mengingat Sang Kuasa tangan kanan menunjuk ke bawah mengingatkan bahwa kita hidup di bumi, hendaklah lebih mencintai dan menyayangi semua mahluk yang hidup di bumi. Kain yang dipakai sebagai baju oleh Semar, yakni kain Semar Parangkusumorojo merupakan perwujudan agar memayuhayuning banowo atau menegakkan keadilan dan kebenaran di bumi.
Gareng
Dianggap sebagai anak pertama Semar, memiliki fisik yang tidak sempurna.  hidung bunder, mata juling,  kakinya pincang, lan tangannya céko (béngkok). Menunjukkan manusia tidak ada yang sempurna.
Ketidaksempurnaan itu justru kesaktiannya, hidungnya bisa mencium hal” yang kurang baik, mata yang juling tidak mau melihat hal yang buruk,  kaki pincang selalu waspada dalam berjalan, tangannya Ceko , tidak mau mengambil barang yang bukan haknya.
Petruk
Petruk adalah dewa yang mempunyai kesalahan kemudian dilumpuhkan oleh Semar,kemudian diambil anak oleh  Semar sebagai anak kedua. Petruk memiliki fisik yang tidak sempurna .
fisiknya jelek. Hidung, telinga, mulut, kaki, dan tangannya panjang. Namun jangan gegabah menilai, karena Petruk adalah jalma tan kena kinira, cara berpikinya tidak gegabah semua dipikir sangat panjang oleh nalarnya.
Bagong
Adalah anak ke 3 dari Semar, Bagong bentuk manifestasi Semar dari bayangannya menjadi Bagong. Fisik Bagong juga tidak sempurna.
Sosok Bagong digambarkan berbadan pendek, gemuk, tetapi mata dan mulutnya lebar, yang menggambarkan sifatnya yang lancang namun jujur dan sakti. Ia kerap kali melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa. Bagong sering menghibur bagi saudara dan Pandawa karena kelucuannya dan keluguannya. (Merry/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *