Lombok Masih Berduka, Bantuan Belum Merata.

oleh
SURABAYA, rakyatjelata.com – Korban Gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat masih membutuhkan segala penanganan dan bantuan dari Pemerintah Pusat. Pasalnya, informasi BMKG, telah terjadi 362 gempa susulan sejak gempa 7 SR 5/8/2018 hingga tanggal 9/8/2018 pukul 14.00 WIB.

Dari 362 gempa susulan tersebut terdapat 17 gempa dirasakan dengan magnitude 3 SR-6,2 SR pada kedalaman 10 – 25 km.

Melakukan penanggulangan bencana tersebut, Gubernur NTB melalui SK Gubernur NTB Nomor 360-612 Tahun 2018 tentang Pembentukan Tim Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Bumi di Pulau Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat. Dan membentuk POSKO PDB Gempa Lombok 2018 bertugas melakukan penanganan darurat bencana gempa di seluruh wilayah Propinsi NTB yang terdampak.

Dalam pembentukan posko, diantaranya bertujuan untuk melaksanakan pengumpulan informasi di lapangan sebagai dasar penyusunan Rencana Operasi Tanggap Darurat Bencana, Menyusun rencana operasi penanganan darurat bencana, Mengajukan permintaan kebutuhan bantuan kepada BNPB, Merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, mengendalikan, memantau pengerahan sumberdaya untuk penanganan darurat bencana secara cepat, tepat, efektif dan efisien serta mengevaluasi pelaksanaan penanganan tanggap darurat, Melaporkan pelaksanaan penanganan darurat kepada Kepala BNPB dan Gubernur Nusa Tenggara Barat, dan Menyebarluaskan informasi mengenai kejadian bencana dan penanganannya kepada media massa dan masyarakat luas.

“memang bencana alam di lombok ini belum di nyatakan sebagai bencana Nasional oleh pemerintah melalui statment dari Wiranto, tentu hal ini akan sedikit menghambat sirkulasi bantuan yang akan masuk ke area bencana, untuk itu kami berharap seluruh elemen atau organ yang ada di Indonesia ini bersatu padu untuk memikirkan nasib para korban yang ada di lokasi gempa, selain itu dalam memaknai arti HUT kemerdekaan saat ini adalah dapat menambah nilai kebersamaan dalam mempererat persatuan dan kesatuan yang terbalut dalam bhineka tunggal ika” ucap kiki humas Posko Relawan Bencana Jatim.

Sebelumnya, POSKO PDB Gempa Lombok 2018 berlokasi di komplek Lapangan Tanjung. Bersebelahan dengan RSUD Tanjung, sebuah kompleks Rumah Sakit yang besar namun gempa tanggal 5 Agustus 2018 merusak beberapa bagian rumah sakit. Sehingga terpaksa dikosongkan dengan alasan keamanan. Untuk menangani pasien, telah dibuka Rumah Sakit Lapangan oleh Yonkes TNI bersama beberapa organisasi relawan dengan keahlian medis. Rumah Sakit Lapangan ini mampu melakukan operasi kecil sampai operasi besar, tersedia lebih dari 60 orang dokter dan tim perawat yang stand by 24 jam.

OPERASI PENANGANAN DARURAT BENCANA 14 AGUSTUS 2018

Pada 14 Agustus 2018, Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok mengkoordinir kegiatan penanganan darurat bencana melanjutkan hari sebelumnya dengan beberapa tambahan dari informasi yang diterima melalui call centre, sebagai berikut:

SUB BIDANG PENCARIAN DAN PENYELAMATAN

1. Tim SAR yang dikoordinir oleh BASARNAS dengan mengerahkan 290 personel dari berbagai unsur pencarian dan penyelamatan, masih melanjutkan pencarian terhadap 5 orang yang dilaporkan hilang.

SUB BIDANG LOGISTIK DAN PERALATAN

1. Melakukan dukungan logistic dan transportasi 4×4 dan penyediaan bahan bantuan bagi korban gempa di lokasi yang tidak dapat ditembus dengan kendaraan biasa.

SUB BIDANG AIR BERSIH DAN SANITASI

1. Melakukan operasi air bersih dengan pengadaan jerigen + air dan disebarkan di lokasi lokasi yg tidak bisa ditembus dengan menggunakan kendaraan biasa , serta membangun/reaktivasi beberapa sumber air bersih agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

2. Melakukan survei di Trengan Daya untuk pencarian lokasi titik sumur bor (Dangkal, Menengah dan Dalam).

SUB BIDANG KESEHATAN

1. KRI dr. Soeharso, Kapal RS Apung Prabu Airlangga dan Rumah Sakit Lapangan (1 RS Yonkes di Sembalun, Lombok Timur, 1 RS Yonkes di Lombok Utara oleh Marinir, 1RS Yonkes di Lombok Utara oleh Konstrad) telah memberikan layanan kesehatan 24/7.

2. Melakukan tindakan bedah di KRI Soeharso, yaitu 11 operasi terdiri atas oeprasi elektif 0 operasi, operasi CITO.

3. Memberikan dukungan medis di Kecamatan Pemenang, Kec Bayan, Kec Pemenang Timur, Kec. Kayangan,Kec, Pemenang Barat.

4. Dukungan nutrisi untuk ibu hamil dan balita yang mengungsi.

5. Dukungan bagi penyandang disabilitas yang mengungsi.

6. Dukungan trauma healing dan psikology first aid bagi orang tua dan anak.

7. Dukungan Psikologi dan Sekolah Darurat Lapangan pada anak anak yang mengungsi yang difasilitasi oleh Tim Dinas Psikologi TNI dan Polri, agar anak anak penyintas dapat bermain dan belajar dengan aman dan riang gembira.

8. Tim Psikososial UI melakukan observasi dan pendampingan psikologis (PFA) pada 5 tenda, 2 kasus vulnerable lansia, 2 winddrawal, dan 3 kasus anak menarik diri dan cemas.

9. Merancang ulang MCK Portable berkoordinasi dengan Dinkes Kesling.

SUB BIDANG PEMULIHAN PRASARANA DAN SARANA VITAL

1. Memulihkan dan perbaikan listrik di sepanjang daerah Tanjung menuju Pemenang, Lombok Utara oleh PLN.

2. Melakukan verifikasi rumah dan bangunan public yang rusak oleh Dinas PU dan BPBD.

3. Membangun sumur bor, hydran, dan MCK di lokasi pengungsian, serta didukung oleh IOF untuk mendistribuskan air minum untuk lokasi lokasi yang sulit dijangkau oleh kendaraan biasa.

4. ESDM melakukan pemetaan dampak kejadian gempa bumi (pergeseran tanah, retakan tanah, longsoran,likuifaksi) dan keruskaan bangunan, mengidentifikasi karaktersitik tanah setempat dengan pengukuran microtremor, melakukan survei thd fasilitas umum.

5. ESDM mulai melakukan pergerakan alat berat untuk mendukung upaya pembersihan debris, menyelesaikan pembuatan sumur bor di Lapangan Tanjung dan Desa Rempek, Kecamatan Gangga, melakukan perubuhan masjid di Dusun Karang Pansor Desa Pemenang Barat dan menimbunan material hancuran Gedung di areal yang telah ditetapkan, pembersihan puing puing bangunan untuk membangun akses yg tertutup di Desa Rempek, Kecamatan Gangga.

6. Pembangunan awal 5 rumah di Dusun Tembobor Desa Sigar penjalin Kec. Tanjung Lombok.

7. Pembangunan 1 unit sekolah inisiatif (darurat) Dusun Wadon Desa Kekait Kec. Gunung Sari, Lobar.

SUB BIDANG PENANGANAN PENGUNGSI

1. Mendistribusikan tenda (Keluarga, pengungsi, dapur umum) kepada masyarakat berdasarkan permintaan yang masuk ke Pos Komando PDB Gempa Lombok.

2. Layanan pemenuhan kebutuhan dasar pada pengungsi. Dapur lapangan sudah didirikan oleh berbagai organisasi/instansi, antara lain di Kec. Tanjung, Bayan, dan Pemenang. Satu dapur mampu melayani 500 – 1500 konsumsi. Total dapur umum yang sudah aktif adalah 20 dapur umum di 20 lokasi dengan kemampuan produksi 19.900 nasi bungkus/hari.

3. Memberikan perlindungan dan layanan kepada orang lanjut usia, anak anak, perempuan hamil dan penyandang disabilitas.

SUB BIDANG PENDIDIKAN

1. Secara rutin berkomunikasi dengan BMKG untuk mendapatkan update terkait kondisi setempat.

2. Melakukan patroli keamanan untuk mengamankan perumahan dan asset masyarakat dan pemerintah.

3. Memperbanyak dapur umum, dapur lapangan dan distribusi logistic, yang terdiri atas:

a. Pendirian dapur umum oleh TNI, POLRI, Tagana, BPBD Jawa Tengah, NGO ke daerah-daerah terdampak, khususnya di Lombok Utara dan Lombok Barat.
b. Pengadaan logistik yang diambil dari wilayah Lombok untuk mendukung perputaran ekonomi.
c. Pendampingan manajemen distribusi logistik agar cepat disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai POS PENDAMPINGAN NASIONAL (POSPENAS), BNPB juga berada di dalam kompleks yang sama dengan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok 2018 aktif 24/7 dan memberikan dukungan strategis, teknis dan taktis kepada Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok 2018.

Selain itu, Pangdam IX/Udayana melakukan pengecekan kondisi operasi di lapangan dan memberikan arahan strategy, teknis dan taktis untuk kelancaran operasi penanganan darurat bencana gempa Lombok 2018.

Perlu diketahui, dalam bencana gempa 7 SR pada tanggal 5 agustus 2018 sampai 15 agustus 2018, terhitung korban meninggal dunia jumlah sementara total 458 orang, rumah rusak jumlah sementara 71.740 bangunan, fasilitas umum dan tempat ibadah 197, untuk pengungsi sementara 417.529 Dan Lokasi jalan terputus di Dusun Majumeneng Desa Sotong Induk.

Adapun Sumber daya manusia yang terlibat dalam Operasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok 2018 diantaranya, KODAM IX/UDAYANA total 1.093 personil, BKO KOREM 162/WB total 1.325 personil, Tim Psikologi Mabes TNI 10 personil, Satuan Siber Mabes TNI 2 personil, KORBRIMOB 7 SSK (700 personil), Biro Psikologi Mabes Polri 5 orang, Psikologi Polda NTB 8 personil, Polwan NTB 19 personil, dan DVI 7 personil. Total 739 personil, Relawan terdiri dari 1905 personil dari 202 organisasi/instansi terkait, organisasi masyarakat. Total relawan yang terlibat dalam operasi penanganan darurat bencana gempa Lombok Provinsi NTT 2018 adalah 4074 personil.

Adapun Sebagai pendukung pos komando penanganan darurat BENCANA GEMPA LOMBOK 2018 Seperti TNI dan POLRI: KOREM 162/WIRABHAKTI, SSK Yonzipur 10, SSK Yonkes Mar, SSK Yonif 900, SSK Paskhas, SSK Yonzipur 18, SSK Yonif 742, SSK Yonsikon 13, SSK 742, SST Brimob, Yonkes 1 Kostrad, Yonkes 2 Kostrad, KRI Suharso, KRI Teluk Parigi, Resimen III Pas Pelopor, Satbrimobda Jatim, Satbrimobda Jateng, Satbrimobda NTB, LANUD Halim Perdanakusuma, Tim Psikologi TNI, Tim Trauma Healing Polri, Satuan Siber (Satsiber) Mabes TNI.

Adapun dari Sipil seperti BNPB, BASARNAS, BMKG, SAR Kantor Mataram, BPBD Propinsi NTB, Dinas Kesehatan Prop NTB, Dinas Sosial Prop NTB, Tagana, PSKBA Kemensos, Kementerian PUPERA, Kementerian ESDM, BPBD Prop Jawa Tengah. LAPAN, TELKOMSEL, KOMINFO, Lombok Internasional Airport, PT.ASDP Lembar, GAPASDAP , INFA.

Dan untuk Organisasi Masyarakat : FKPPI, MDMC, Banser NU, IOF (Indonesia Off-road Federation), Pemuda Pancasila, Pesantren, Baznas Tanggap Bencana, Laznas BSM, Forum Zakat, PKS, Budha Tsuchi, Relawan Indonesia, MBI, Muslim Aid, Wahana Visi Indonesia, ASB, Dompet Dhuafa, Yayasan Nurani Luhur Masyarakat, PMI, Baznas Jember, Aksi Cepat Tanggap, ADRA Indonesia, Air Putih, Americares, Bulan Sabit Merah Indonesia, ChildFund Indonesia, Combine Resource Institution, DASI NTB, Dompet Dhuafa, DSM Bali, DT Peduli, Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan Indonesia, Forum Zakat, Gerkatin NTB, Gesa Bentara, Gimbal Alas Indonesia, Global Ehsan Relief Indonesia, Harfa Banten, HFI, HWDI NTB, Humanity and Inclusion Lombok Care, I-DERU Jatim, Karina KWI Keuskupan Denpasar, KF Indonesia, Komunitas Tuna Netra, Konsepsi IR, Konsepsi dan PKBI NTB didukung OXFAM, Kopernik, Laznas Nurul Hayat, Laznas YDSF, LPBI NU, Orari Daerah NTB, PPDI NTB, PKBI NTB, PKPU Human Initiative, Pos Ramah Perempuan dan Anak Prov NTB, Pramuka Perduli Kwartir Nasional, Rangong Team Rescue Jember, RAPI, Rebana Indonesia, RELINDO, Rescue91 Surabaya, RNPB Laznas LMI, Rumah Zakat, Santana Indonesia, Santana Lotim Indonesia, Sarton Lumpang, Sernu Jatim, Wahana Muda Indonesia (WMI), Wahdah Islamiyah (Pusat Makassar), Yayasan Galang Anak Semesta, Yayasan IDEP, Yayasan Sayangi Tunas Cilik, YEU (Jakomkris PGI dan Pelkesi), YSLPP mitra CRS. MED-A (Medical Emergency Disaster – Adventure), SARDA Jateng, Jakarta Rescue, BAWA, ROTARI.

Untuk Universitas : Puskris Fak Psikologi UI, Unika Atma Jaya, Unika Brawijaya – IDI PPNI Malang, Tim Kebencanaan Universitas Indonesia, Tim Rescue Unhas, SAR FKAIM, ITS Surabaya, TBM Calcaneus FK UNHAS.

Dan dalam Dunia Usaha ada relawan BRI, relawan Mandiri, Arta Graha Perduli, relawan Indofood, relawan telkomsel. (erik/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *