Konfirmasi Sambil Merekam, Wartawan di Aniaya Oknum Perangkat Desa.

oleh
KUNINGAN, rakyatjelata.com – Entah setan apa yang merasuki kepada salah satu oknum perangkat desa dan sejumlah warga desa Salaka Domas kecamatan Mandirancan Kuningan jawa barat, mereka tiba tiba tidak terima dengan salah seorang awak media yang melakukan konfirmasi terkait Dana Desa, secara kode etik wartawan indonesia berhak melakukan peliputan dan di lindungi oleh undang undang. setelah berusaha melakukan konfirmasi secara baik baik, awak media tesebut langsung di cerca oleh perangkat Desa hingga berbuntut perampasan HP (Handphone) miliknya.  tak hanya itu, pengancaman dan penganiayaan serta lontaran fitnah di teriakan oleh perangkat Desa yang di duga adalah Bendahara Desa.
Akibat Provokasi yang di berikan oleh perangkat Desa, wartawan Dede menjadi bulan bulanan. Seperti yang di keluhkan Dede salah wartawan media online Pada hari senin (06/ 08) sekitar pukul 10.00 WIB pihaknya hendak konfirmasi terkait kegiatan pembangunan Kantor Balai Desa Salaka Domas Kecamatan Mandirancan Kuningan Jawa Barat.
Awal cerita, wartawan Dede ingin melakukan konfirmasi dengan pendamping Desa untuk dapat  menjelaskan mengenai pemakaian besi pembangunan kantor Balai Desa salaka Domas, menurut data yang ada dan sesuai menurut RAB seharusnya proyek itu memakai besi ukuran 16 mm. namun kenyataannya di lapangan hanya  memakai besi ukuran 13 mm.
“Dikarenakan disini tidak ada besi ukuran 16 nya, maka kami gunakan besi yang berukuran 13. mengenai hal hal lain termasuk anggaran nanti bisa di rubah agar sesuai dengan pelaksanannya, jika anda ingin keterangan lebih lanjut silahkan ngobrol saja kepada pak kades,” perintah pendamping Desa kepada saya.
bukti LP untuk mengusut tuntas penganiayaan
Namun saat wartawan Dede melakukan konfirmasi, pihak perangkat Desa malah naik darah, “saya sedang konfirmasi dengan Kades Salaka Domas di tempat kerjanya berada, sambil saya rekam tiba tiba salah seorang perangkat Desa tidak terima, kenapa anda merekam (teriaknya kepada wartawan Dede) saya tidak terima, itu tidak boleh, anda mau macam macam saya panggilkan massa, dengan nada marah perangkat Desa tersebut keluar sambil memanggil massa  yang sedang bekerja di proyek membangun kantor desa tersebut. tak lama kemudian, entah isu apa yang di sampaikan oleh perangkat yang di duga adalah Bendahara itu membuat para Pekerja berkerumun menghampiri saya, langsung mereka juga ikut mengintimidasi saya sambil berteriak memerintahkan agar menghapus rekaman yang ada di HP saya.  Hapus, hapus rekamannya kalau tidak di hapus anda kami gebugi” tutur Dede kepada rakyatjelata.com
Lalu tak lama kemudian pendamping Desapun langsung bereaksi, “jadi anda merekam saya, sini Hp nya sambil merampas Handpohone  milik saya, lalu rekaman yang ada  tersebut di hapus.
Setelahnya rekaman hasil konfirmasi terhapus, oknum Perangkat Desa yang diduga sebagai Bendahara Desa dan Pendamping Desa serta warga yang berkerumun semakin tidak terkendali emosinya.
“Dengan terus melakukan penekanan terhadap saya, sambil berkata, kamu mau macam macam disini? apa maksudnya merekam, mau memeras, anda memeras, kamu bisa mati, sambil menarik narik tangan dan baju saya sehingga ada beberapa warga melakukan pemukulan terhadap saya di bagian kening dan dada” ungkap Dede (wartawan yang menjadi korban intimidasi dan pengeroyokan)
Tak lama, datanglah seseorang yang mengaku sebagai LPM sambil mengancam saya, kamu bisa saya bunuh kalau macam macam disini, awas saja kalau sampai beritanya muncul saya akan cari kalian dan akan saya bunuh karena saya tahu rumah kalian” pengakuan dede kepada red saat di konfirmasi melalui telpon Celuler selasa (06 08).
Lalu datanglah pihak kepolisian Polsek Mandirancan, “alhamdulillah warga mulai reda aroganisnya, tapi  LPM terus berteriak sekalipun disitu ada pihak kepolisian yang berusaha meredam amuk massa. LPM Desa Salaka Domas terus mengancam akan membunuh saya jika sampai diberitakan” imbuhnya.
Mengenai kejadian ini, pihak Dede tetap akan mengusut tuntas perihal yang menimpanya. beberapa lembaga Pers dan Ormas akan menindaklanjuti peristiwa ini sebagai pelanggaran Pidana dan bentuk menghalang halangi tugas wartawan Indonesia.
Hal ini juga mendapat reaksi keras dari Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kuningan, “kejadian yang menimpa saudara wartawan Dede akan kami laporkan kepada pihak Kepolisian, kalau memang itu benar maka jelas sudah melanggar hukum, perampasan HP dan penghapusan rekaman itu sudah jelas jelas pelanggar UU PERS no 40 tahun 1999, si pelakunya bisa di ancam pidana 1 tahun penjara atau denda 500 juta, di tambah ada pengancaman serta fitnah dan penganiyayan, maka kami akan mengawal saudara Dede untuk melaporkan masalah ini kepihak berwajib, apa lagi saudara Dede termasuk angota LMPI, jelas kami akan membela mati matian hingga masalah ini tuntas,” ungkap ketua LMPI kuningan Ujang Jinggo serta Andi Kosim hamkam LMPI kuningan kepada rakyatjelata.com. (DD/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *