“Gerakan Bersih-bersih ala Oipul Jawa Timur “

oleh

KEDIRI,rakyatjelata.com– Menjelang Ramadan, masyarakat di Jawa Timur memiliki tradisi unik, yakni bersih-bersih makam. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap orang tua & nenek moyang warga setempat. hal ini menjadi moment bagi salah satu team sukses pendukung salah satu calon pasangan yakni Gerakan bersih bersih ala Oipul Jawa Timur.

Setiap daerah memiliki ragam cara untuk menyebut tradisi ini.Di Kawasan Madura, tradisi ini dikenal sebagai “Sarkosar” membersihkan kuburan dari rumput liar agar tampak asri,di Kediri menyebutnya “Gugur gunung”,dan masih banyak sebutan-sebutan lainnya.Sebuah gerakan yang dilakukan sekelompok relawan yang tersebar di seluruh kota-kota diJawa Timur tersebut memiliki moment penting,apalagi baru-baru ini atau seminggu yang lalu Jawa Timur di guncang aksi terorisme,maka dari itu gerakan tersebut bisa menepis anggapan isu-isu yang bisa merusak tatanan semangat “gotong royong”.

Bersih-bersih makam biasanya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat & keturunan almarhum yang dimakamkan di pemakaman umum.Agenda tahunan ini mempunyai makna penting:

1. Ekspresi rasa cinta dan dharma bakti seorang anak kepada orang tuanya (birrul walidain);

2. Melestarikan semangat gotong-royong “Kabeh Sedulur”

Oipul bersama Gus Ipul /Syaifullah Yusuf ( cagub  jatim ) yang notabene adalah pembina sebuah ormas  di Jawa Timur memiliki komitmen agar tradisi baik ini terus terjaga.

Suasana Saat Bersih-bersih Musholla ( Foto by Buchori )

Tradisi ini adalah bagian dari cara umat Islam menyambut Bulan Puasa dengan riang gembira. Semua mafhum, Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar ummat Islam bergembira menyambut Ramadan, bulan penuh berkah. Salah satunya dengan gerakan Bersih-bersih makam dan Mushola

Mari kita menyambut Ramadan dengan riang gembira. “Mari memakmurkan dan menjaga kebersihan tempat ibadah dengan menggalakkan kegiatan Bersih-bersih Masjid,dan tempat ibadah lain,mari kita lestarikan 2 tradisi baik ini,agar tradisi gotong royong tidak hilang begitu saja”,pungkas Bobby,ketua gerakan Oipul Jatim. (Bch/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *