Berharap TIPIKOR KUNINGAN Usut Tuntas Kasus Dugaan KORUPSI DANA DESA SAGARANTEN

oleh

KUNINGAN,rakyatjelata.com – Dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) disinyalir dilakukan oleh Kepala Desa Sagaranten Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Masyarakat Desa Sagaranten telah melaporkan dugaan Korupsi kepada Tim Tipikor Polres Kuningan dengan harapan bersihnya pemerintahan Desa Sagaranten dari Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), sekaligus memberi efek jera bagi pelaku korupsi dan mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum.

Namun semua itu harus tercipta, penegak hukum yang benar benar serius memberantas korupsi seperti harapannya kepada Tipikor Polres Kuningan, Kejaksaan Kuningan dan Tim Auditor Inspektorat Kuningan serius menangani kasus korupsi kususnya di Desa Sagaranten jangan ada kata lamban sehinga bisa menimbulkan kesan pihak penegak hukum ada main mata.

Seperti di ungkapkan masyarakat Desa Sagaranten yang namanya enggan di ketahui oleh publik, pihaknya telah melaporkan Kepala Desa Sagaranten atas dugaan Korupsi Anggaran ADD/DD kepada Tipikor Polres Kuningan pada Januari 2018, pelaporan itu bedasarkan fakta kegiatan pekerjaan fisik anggaran tahun 2016/2017 di duga fiktif, mark-up, pengurangan volume dan kwalitas bahkan raibnya bahan material.

Diantaranya, pembangunan pengecoran jalan usaha tani tahun 2016 dengan anggaran Rp,195.000.000, di duga mengurangi aspek kualitas.

Pembangunan pengecoran jalan usaha tani tahun 2017 Rp,131.000.000, di duga mengurangi aspek kualitas. Pembangunan TPT tahun 2016 Rp,188.000.000, di duga MARK-UP. Pembangunan TPT dari dana BAN-GUB 2017 Rp,150.000.000, di duga MARK-UP.Pengaspalan jalan desa tahun 2017 Rp,280.000.000, di duga MARK-UP harga dan pengurangan volume.Dana pemberdayaan 2017 Rp,15.000.000, pembelian mesin molen di duga tidak ada realisasi pembeliannya.Pendirian bumdes Rp,4.000.000, di duga fiktif.

Bantuan pipanisasi dari Cipta Karya kurang lebih 300 pipa di duga raib ditambah aparatur desa tidak di fungsikan sesuai tupoksinya seperti bendahara jarang memegang uang anggaran ditambah Kaur Ekbang jarang di libatkan dalam pembangunan desa.

Tambahnya, berkas bukti bukti tersebut sudah kami berikan kepada Tipikor Polres Kuningan, kami tinggal menunggu kinerja para penegak hukum dan harapan kami masyarakat Desa Sagaranten kepada Tim Auditor Inspektorat segera turun mengaudit administrasi desa Sagaranten sekaligus melakukan uji petik kelapangan agar terlihat jelas kerugian negara, jelasnya kepada rakyatjelata.com(DEDE S/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *